1 Jul 2010

TUGAS KONSEP DESAIN (Aluminium Profil)



KONSEP DESAIN

( PROFIL ALUMINIUM )

Oleh :

Agus Supriyadi

Teknik Industri / Semester 2

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MUTU MUHAMMADAIYAH

TANGERANG

1

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terbentuknya Tugas Makalah Konsep Desain ini. Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah turut berpartisipasi dalam penyusunan Makalah ini.

Makalah ini di susun agar dapat dipelajari setiap mahasiswa, untuk menambah wawasan tentang inovasi sebuah Desain. Namun, makalah ini tidak dapat diselesaikan apabila tanpa dukungan dari rekan-rekan semua dan terutama Dosen kami, yang telah bersedia dengan ikhlas mengajarkan kami tentang inovasi desain.

Tugas saya ini berisi tenteng profil Aluminium yang ramah lingkungan, Saya berharap informasi yang ada pada tugas saya ini bisa bermanfaat bagi para pembacanya. Saya pun menyadari bahwa tugas saya ini masih jauh dari suatu kesempurnaan . Saya berharap para pembaca dapat memaklumi segala kekurangan yang ada pada tugas saya ini, Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan Makalah ini.

Tangerang, 16 juni 2010

2

Daftar Isi :

Kata Pengantar
Bab 1. Pendah
uluan
1.1. Latar belakang 41.2. Tujuan 4 Bab 2. Inovasi Desain

2.1. Inovasi 5

2.2. Desain 5

Bab 3 Desain Aluminium Profil

3.1. Rangka Atap Baja Ringan 6

3.2. Keunggulan Baja Ringan (Auminium) 8Bab 4 penutup

4.1. Kesimpulan 9

3

Bab 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Kini ada solusi untuk mengatasi masalah rayap dan ramah lingkungan, yakni rangka baja ringan. Sesuai dengan namanya, material untuk baja ringan ini memang terbuat dari bahan dasar baja dengan campuran zinc dan aluminium (zinc-alum). Material ini sudah diproduksi secara massal di Indonesia. Rangka baja ini terdiri dari lempengan-lempengan panjang (profil) yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing dalam struktur bangunan. Aluminium adalah suatu logam yang menarik. Ini dikarenakan Aluminium merupakan logam yang elok dipandang, mudah dikerjakan maupun perawatannya.

1.2. Tujuan

a. Meningkatkan wawasan dan inovasi sebuah desain

b. Untuk menambah pengetahuan mengenai profil aluminium

c. Pembaca dan penulis dapat mengetahui keunggulan profil aluminium

d. Pembaca dan penulis dapat mengetahui apa yang diinginkan pasar dan ramah lingkungan

4

Bab2

Inovasi Desain

2.1. Inovasi

Inovasi dapat dilihat sebagai suatu proses pengambilan keputusan. Tujuannya adalah menyelesaikan problem yang tepat dengan cara yang tepat. Dalam menjalaninya, selalu diawali dengan pengenalan problem sesungguhnya yang ingin diselesaikan. Namun untuk melakukan inovasi sebuah desain Ada keterbatasan kemampuan untuk memahami apa yang terjadi di sekitar kita. Jika ditanyakan ke masyarakat pengguna sekalipun, mereka sudah terlalu malas untuk menyampaikan keungulan atau kekurangan suatu produk. tetapi, pelaku bisnis tidak bisa mengelak kenyataan bahwa jika tidak dilakukan inovasi, perusahaan dianggap tidak lagi kompeten untuk memenangi persaingan pasar. Dalam meningkatkan inovasi diperlukan beberapa pemikiran, mendefinisikan problem, menghadirkan dan mengevaluasi beberapa alternatif solusi, merevisi dan mengembangkan alternatif yang lebih superior, memilih alternatif terbaik dan Mengerjakannya.

2.2. Desain

Sebuah produk tidak bisa selalu berkaitan dengan desain. Dari awal produk itu di ciptakan, hingga produk tersebut sudah jadi dan dipasarankan, desain dan inovasi desain dari produk tersebut akan terus berlanjut, hal ini tentunya erat kaitanya dengan permintaan pasar.Inovasi desain biasanya diawali dengan persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat khususnya pengguna dari suatu produk.Semakin banyaknya kompetitor dan persaingan pasar memaksa produsen suatu produk untuk terus meningkatakan dan menciptakan inovasi-inovasi suatu poduk untuk menjaga produknya tetap eksis dipasaran.

Misi utama dari pemikiran desain adalah membuat suatu wawasan yang utuh tentang prodak baru sampai akhirnya menjadi barang dan jasa yang betul-betul dicintai penggunanya. Untuk merealisasikannya, kedalaman empati terhadap mereka yang ingin dilayani menjadi penentu keberhasilan dalam menjawab persoalan mereka. Dalam pemikiran desain membuat kesalahan diperbolehkan, asal bisa cepat dikoreksi. Inilah rupanya yang membuat pemikiran desain begitu manusiawi.

5

Bab 3

Desain Aluminium Profil

3.1. Rangka Atap Baja Ringan

Sering kali kita menemukan atap rumah yang keropos terkena rayap, kurang rapi, melendut, Sangat mungkin sekali masalah ini disebabkan oleh konstruksi kuda-kuda atap yang tidak kokoh, cenderung melendut, dan air hujan menjadi mudah masuk melalui cela-cela genteng. Akibatnya plafon rumah menjadi penuh dengan bercak-bercak kuning air hujan serta bintik2 hitam karena akibat bocor.

Berikut ini adalah Contoh inovasi sebuah gambar atap yang mengunakan baja ringan :

Dengan mengunakan bahan Aluminium ini maka rangka atap ini banyak memiliki
kelebihan dibanding dengan kuda-kuda Kayu ataupun kuda-kuda Baja WF karena Aluminium lebih ringan ( berat hanya 9 - 10 kg/ m2) , anti rayap, tahan karat, tidak memperbesar api, kuat dan kokoh, tidak memuai, tidak melendut, efisien, pemasangan yang cepat, bebas perawatan dan harga yang kompetitif dan setara dengan kualitasnya.

6

Dalam merencanakan konstruksi atap dengan sudut kemiringan yang kecil, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Kelenturan (berkaitan dengan besarnya pembebanan dan pengaturan jarak gording)

2. Kemungkinan masuknya air dari celah-celah sambungan (berkaitan dengan cara pemasangan lembaran atap dan cara pengikatan sambungan).

Sudut Kemiringan Minimal :

Lebar Bentangan satu sisi Atap

Sudut Kemiringan Minimal

10 m

20 m

25 m

30 m

Jarak Kemiringan Minimal :

Tebal Profil

Jarak Gording maksimal

0.70 mm

2.10 m

0.55 mm

1.80 m

0.50 mm

1.60 m

0.45 mm

1.40 m

0.40 mm

1.20 m

0.35 mm

1.00 m

0.30 mm

0.80 m

7

3.2. Keungulan Baja Ringan ( Aluminium )

a) Aluminium mempunyai tampilan yang natural dan juga bisa dengan memilih motif kayu

Contoh gambar :

a) Aluminium memancarkan sinar lebih dari 80% sehingga bangunan yang beratapkan Aluminium akan lebih dingin pada musim panas.

b) Aluminium memiliki lapisan Oxida tipis yang akan segera terbentuk pada permukaan apabila terjadi reaksi oksidasi sehingga menjadikannya lebih tahan terhadap karat dari asam dan reaksi oksida.

c) Aluminium ramah lingkungan, karena memiliki nilai ekologi yang tinggi disebabkan scrap Aluminium dapat dengan mudah dilelehkan kembali dan dijadikan bahan baku untuk proses manufaktur lainnya.

d) Scarp Aluminium memiliki nilai ekonomis karena dapat dijual kembali dengan harga 60%-70% Aluminium murni (Ingot)..

:

8

Bab 4

Penutup

4.1. Kesimpulan

Mungkin rumah berbahan Aluminium saat ini menjadi pilihan banyak orang, biasanya menjadi pilihan kaum eksekutif muda yang masih lajang atau keluarga muda yang dinamis, karena mengunakan bahan-bahan yang modern dan sederhana ini akan menjadi pilihan favorit mereka karena rumah minimalis telah menjadi ymbol baru masyarakat sekarang. Hal ini sesuai dengan tujuan sebuah perusahaan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan tetap laku dipasaran. Dan biasanya keunggulan suatu produk erat kaitanya dengan harga.Dan kualitas suatu produk itu sendiri, penampilan suatu produk pun menjadi pertimbanngan-pertimbangan dalam menciptakan suatu produk.

Selain itu, masalah biaya menjadi kekurangan yang lain. Mahalnya harga pemasangan rangka atap baja ringan ini yang berlipat kali dibandingkan dengan rangka atap dari material kayu membuat golongan menengah-bawah belum dapat menikmati kenyamanan temuan inovatif ini. Namun, di sisi lain, patut juga dihitung nilai keuntungan dari penggunaan material baja ringan ini ketimbang material kayu yang sering diganggu rayap sehingga memerlukan perawatan dan bahkan penggantian menyeluruh pada jangka waktu tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar